Kamis, 04 April 2013

Musang Biul (Rase)
Umur 2 /3 bulan
Makan Pisang dan buah buahan
Yang berminat beli hubungi
08973480444

Rabu, 13 Februari 2013

SEJARAH VALENTINE & PANDANGAN MENURUT ISLAM

SEJARAH VALENTINE :
Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM 
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 
Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

Kamis, 07 Februari 2013

Suku Kanibal di Desa Terpencil Negara Cina

Suku Kanibal di Cina

Di sebuah desa terpencil di Cina, setiap tahun menjelang imlek, masyarakat pemakan daging wanita di Cina akan melakukan pemotongan daging secara besar-besaran. Ini di karenakan bagi mereka daging merupakan makanan mewah yang susah dijangkau, dan hanya bisa mengkonsumsinya satu tahun sekali pada hari imlek tersebut.

Walaupun terpencil, setiap wisatawan yang ingin berkunjung ke salah satu tempat wisata di Cina, bakal melewati desa tersebut. Jika ada wisatawan tunggal yang melakukan perjalanan, biasanya mereka akan menumpang nginap di rumah warga desa itu. Jika mereka menemukan wisatawan wanita, mereka akan menangkap si wania tersebut kemudian di ikat dan di larang keluar rumah. Si wanita tersebut akan di beri pelayanan istimewa, di beri makan dan tempat tinggal gratis oleh warga. Apabila wanita tersebut masih perawan, mereka di larang mendekati leleki lainnya. Karena bagi mereka, bagian sensitif mereka akan lebih wangi dibandingkan yang bukan perawan. Sehingga harus menjaga mereka supaya tidak ditindas laki-laki lain.

Ketika menjelang imlek, wanita tersebut akan dibunuh. Sebelumnya warga akan mencuci bersih badannya hingga mencabut selu
ruh bulunya. Kemudian wanita diikat ketat dan dibawa ke tempat persembahan mereka, lalu akan dilanjutkan upacara pemotongan.

Di desa terpencil itu memiliki aturan, jika laki-laki yang mau menikah mereka harus menikah dengan wanita dari desa sendiri. Wanita diluar hanya digunakan untuk dimakan saja, haram bagi mereka menikah dengan wanita dari luar.




Wanita di atas pada saat di pitong ia hanya menangis. Pertama di potong kehernya dahulu supaya berhenti bernafas. Wanita itu berumur 20-an. Dia adalah seorang karyawan yang bermaksud berlibur karena telah berhebti dari pekerjaannya dan setengah tahun belum mendapatkan pekerjaan

Rabu, 06 Februari 2013

FAKTA UNIK TENTANG UPIN & IPIN

Fakta Lain di Balik Layar

24. Animasi ini dibuat 3D seperti pada film Madagascar 2 dan Kung Fu. Namun, kualitasnya tidak sebaik kedua film Hollywood itu.
25. Rata-rata film ini dibuat selama 5-7 menit / episode.
26. Pertama tayang pada 14 September 2007 di TV9 Malaysia.
27. Awalnya film ini bertujuan mendidik anak-anak untuk menghayati bulan puasa.
28. Film ini ditayangkan juga di MNC TV Indonesia bahkan kabarnya hingga HILAL TV di Turki.
29. Produsernya adalah pedagang minyak Malaysia (H. Burhannudin dan Hj. Ainon).
30. Pengisi suara Upin dan Ipin ternyata anak perempuan bernama Asyiela Putri yang menggantikan Fathiah.
31. Film ini dibuat dan dirancang oleh mantan mahasiswa Multimedia University Malaysia yang membentuk Les' Copaque
32. Ada orang-orang Indonesia yang anti dengan film ini hanya lantaran latar belakang negara Malaysia yang dianggap musuh Indonesia.
33. Salah satu putri dari Indonesia, Marsha Chikita yang merupakan putri Ikang Fauzi menjadi animator film ini dengan gaji awal Rp. 1,4 juta. 

Senin, 04 Februari 2013

Sejarah Kabupaten Magetan

Dalam kehidupan sosial budaya, ternyata melalui tulisannya banyak para ahli sejarah menyebut-nyebut Magetan. Demikian pula dalam kenyataanya, di Magetan tidak sedikit dijumpai peninggalan-peninggalan pada jaman dahulu kala, misalnya di desa Kepolorejo Kecamatan Kota Magetan, di desa Cepoko Kecamatan Panekan. Di makam Sonokeling desa Kepolorejo Kecamatan Kota Magetan terdapat sebuah makam yang membujur kearah utara selatan. Batu nisan sebelah berukuran lebar 34 cm, tebal 26 cm, tinggi 66 cm yang bahannya terbuat dari batu andezit dimana bentuk tulisannya diperkirakan berasal dari sekitar abad 9.

Di dukuh Sadon desa Cepoko kecamatan Panekan terdapat Kalamakara dengan reruntuhan batu lainnya yang bahannya juga dari batu andezit. Berdasarkan hal tersebut terdapat kemungkinan dipersiapkannya pendirian bangunan candi. Pada reruntuhan batu yang terletak dibawah makara terdapat tulisan yang tidak terbaca karena sudah rusak, dari bentuk tulisannya dapat diperkirakan bahwa peninggalan tersebut dari jaman Erlangga (Kediri). Reruntuhan tersebut oleh masyarakat sekitar dikenal dengan nama Dadung Awuk.
Ditempat lain juga terdapat peninggalan-peninggalan yang lain seperti di puncak gunung Lawu wilayah kabupaten Magetan yaitu peninggalan yang berbentuk Pawon Sewu (candi pawon) atau punden berundak yang diperkirakan sebagai hasil budaya jaman Majapahit. Demikia juga di lereng gunung Lawu terdapat peninggalan candi Sukuh dan candi Ceto. Adanya peninggalan-peninggalan tersebut sesuai dengan perkembangan di akhir kerajaan Majapahit, dimana waktu itu banyak rakyat dan kalangan keraton yang meninggalkan pusat kerajaan dan pergi ke gunung-gunung dalam usaha mempertahankan kebudayaan dan agama Hindu termasuk gunung Lawu kabupaten Magetan.
Hal ini telah disebut pula dalam babad Demak antara lain sebagai berikut : bahwa pangeran Gugur putera Brawijaya Pamungkas yang oleh masyarakat Magetan disebut sunan Lawu, bermukim diwilayah gunung Lawu yang batasnya sebelah selatan Pacitan, sebelah timur bengawan Magetan dan sebelah utara bengawan (Solo, Ngawi, Bojonegoro).
Dalam babad Tanah Jawi terdapat bait-bait sebagai berikut :
Pupuh 3 :
Anging arine raneki
Sang dipati tan purun ngalihno
Dene patedan Sang Raji
Pandji sureng raneku
Duk sang nata aneng samawis
Mangkana Kartojudo
Ing raka tinuduh
Anggetjah mantjanegoro ponorogo, madiun lan saesragi
Kaduwang ka magetan
Pupuh 5 :
Saking nagari ing Surawesti
Wus sijaga sedja magut ing prang
Mring demang Kartojudone
Ing pranaraga ngumpul
Ka Magetan kaduwung sami
Tuwin ing Jagaraga
Pepak neng Madiun
Sampun ageng barisira
Sira demang Kartojudo budal saking
Caruban saha bala
Pupuh 8 :
Sira demang Kartojudo aglis
Budal saking Madiun negara
Mring Jagaraga kersane
Dene ingkang tinuduh
Mring kaduwang mantri kekalih
Ngabehi Tambakbojo
Lawan Wirantanu
Angirid prajurit samas
Mantri kalih ing kaduwang sampun prapti
Mandek barisira
Pupuh 9 :
Nahan gantija kawuwusa
Sri Narendra gja wagunen ing galih
Denja mijarsa warta
........................................................
Pupuh 10 :
Pambalike wong Mantjanegoro
Geger tepis iring Kartosuro
.................................................
Dari tulisan tersebut diatas yang teruntai dalam bentuk tembang dandang gulo dapat diambil kesimpulan bahwa :
Pertama : Magetan benar-benar merupakan daerah Mancanegoro Mataram (daerah takluk kerajaan Mataram)
Kedua : Magetan adalah tempat berkumpulnya prajurit Mancanegoro untuk menyerang pusat pemerintahan Mataram yang pada saat itu berada dibawah pengaruh kekuasaan kompeni belanda
Ketiga : Kekacauan terus menerus yang dialami oleh pusat pemerintahan
Kerajaan Mataram yang lazim disebut sebagai perang mahkota (didalangi oleh kompeni belanda) maka Magetan sebagai daerah mancanegoro mendapat pengaruh langsung dari perang mahkota itu. Akibat perang tersebut banyak leluhur Mataram yang wafat dan dimakamkan di daerah Magetan.
Dengan data-data tersebut diatas penting sekali bahwa warisan-warisan leluhur dan latar belakang sejarah Kabupaten Magetan itu terus dipepetri sehingga tetap mempunyai nilai, arti dan jiwa pendorong semangat demi suksesnya pembangunan yang semakin berkembang.

Senin, 07 Januari 2013

Smells Like Teen Spirit (chords)
Song by Nirvana
Tabbed by Bridge Hanson (Bridge.Hanson@gmail.com)

So I was a little sad to see that there was only one version of Smells Like Teen Spirit
here for chords, and it is very brief and doesn't sound right. So I thought I'd try my
at it.

This may be a little off, but it's what I have so far. Tuning is standard, and *CAPO THE
FRET*

(Strum pattern: listen to the original song, and try to strum how Cobain does for the
and chorus for the... well, intro and chorus.
It goes somewhat like; strum, strumstrum, mutemutemutemute strum strum strum, if that
sense. Otherwise just go with what you think fits best)

(Chords are placed over the word you start the chord on, but approximate. It's hard to
exactly when to shift, but if you know the song/tune, you'll know when to go)

Intro:
E, A, G, C (x4)

Verse Intro:
E, A, G, C (x2)

Verse:

E    A     G
Load up on guns
C          E
Bring your friends
     A      G
It's fun to lose
    C     E
And to pretend
      A      G
She's overboard
C         E
Myself assured
  A      G      C     E
I know I know a dirty word
E      A      G      C
Hello, hello, hello, how low (x4)


Chorus:

E
With the lights out
A         G
It's less dangerous
C        E
Here we are now
A       G
Entertain us
C      E
I feel stupid
A       G
And contagious
C        E
Here we are now
A       G
Entertain us
C    E
A milato
A     G
An albino
C     E
A misquito
A     G
My libido
C
Yeah


Post-Chorus (this is where I get a little off, and may need work)

e -----------------------------------------|
B -----------------------2-2-0-0-----------|
G --1-1-1-2-2--2^--1-1-1-2-2-0-0-1---------|
D --2-2-2-3-3------2-2-2-2-2-0-0-2---------|
A --2-2-2-3-3------2-2-2---------2---------|
E -----------------------------------------| (x2)
              Hey!

And that's it. Use the same chords and strumming for each chorus and verse, and as for
solo.... well, you can either play the solo like normal(I'll put the tab for the solo
or you can skip it. I find if you're playing alone, the chorus sounds awkward like 
because it goes from loud chorus to a somewhat empty/quiet solo feeling, so personally I
it. However, if you have a band or something, it may sound better with the solo.

Also, for the part at the end where he goes "a denial" over and over, just do the chorus.


Solo: (tabbed as if you still have the capo on)

e -------------------------------------|
B -------------------------------------|
G ---7-9---7-9-7-5-4-5-4---------------|
D -9-----5---------------7-5-7-9-7-5-4-|
A -------------------------------------|
E -------------------------------------| (x2)

e ----------------------|
B ----------------------|
G ----------------------|
D -5-4--5-4--5-4--5-4---|
A --------------------7-|
E ----------------------| (x4)


It sounds pretty good when played on an acoustic guitar, and it sounds pretty accurate
me (not 100% on the post-chorus though). If you think there are any mistakes, feel free
email me about any changes you feel I should make. Enjoy!

Jumat, 28 Desember 2012

I love You Dalam 100 Bahasa

https://www.facebook.com/profile.php?id=100000656153908&fref=ts



i-love-you.gif

A
Afrikaans - Ek het jou lief
Albanian - Te dua
Arabic - Ana behibak (to male)
Arabic - Ana behibek (to female)
Armenian - Yes kez sirumen
B
Bambara - M’bi fe
Bangla - Aamee tuma ke bhalo aashi
Belarusian - Ya tabe kahayu
Bisaya - Nahigugma ako kanimo
Bulgarian - Obicham te
C
Cambodian - Soro lahn nhee ah
Cantonese Chinese - Ngo oiy ney a
Catalan - T’estimo
Cheyenne - Ne mohotatse
Chichewa - Ndimakukonda
Corsican - Ti tengu caru (to male)
Creol - Mi aime jou
Croatian - Volim te
Czech - Miluji te
D
Danish - Jeg Elsker Dig
Dutch - Ik hou van jou
E
English - I love you
Esperanto - Mi amas vin
Estonian - Ma armastan sind
Ethiopian - Afgreki’
F
Faroese - Eg elski teg
Farsi - Doset daram
Filipino - Mahal kita
Finnish - Mina rakastan sinua
French - Je t’aime, Je t’adore
G
Gaelic - Ta gra agam ort
Georgian - Mikvarhar
German - Ich liebe dich
Greek - S’agapo
Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo
H
Hiligaynon - Palangga ko ikaw
Hawaiian - Aloha wau ia oi
Hebrew - Ani ohev otah (to female)
Hebrew - Ani ohev et otha (to male)
Hiligaynon - Guina higugma ko ikawa
Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae
Hmong - Kuv hlub koj
Hopi - Nu’ umi unangwa’ta
Hungarian - Szeretlek
I
Icelandic - Eg elska tig
Ilonggo - Palangga ko ikaw
Indonesian - Saya cinta padamu
Inuit - Negligevapse
Irish - Taim i’ ngra leat
Italian - Ti amo
J
Japanese - Aishiteru
K
Kannada - Naanu ninna preetisuttene
Kapampangan - Kaluguran daka
Kiswahili - Nakupenda
Konkani - Tu magel moga cho
Korean - Sarang Heyo
L
Latin - Te amo
Latvian - Es tevi miilu
Lebanese - Bahibak
Lithuanian - Tave myliu
M
Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
Malayalam - Njan Ninne Premikunnu
Mandarin Chinese - Wo ai ni
Marathi - Me tula prem karto
Mohawk - Kanbhik
Moroccan - Ana moajaba bik
N
Nahuatl - Ni mits neki
Navaho - Ayor anosh’ni
Norwegian - Jeg Elsker Deg
P
Pandacan - Syota na kita!!
Pangasinan - Inaru Taka
Papiamento - Mi ta stimabo
Persian - Doo-set daaram
Pig Latin - Iay ovlay ouyay
Polish - Kocham Ciebie
Portuguese - Eu te amo
R
Romanian - Te ubesk
Russian - Ya tebya liubliu
S
Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort
Serbian - Volim te
Setswana - Ke a go rata
Sign Language - ,\,,/ (represents position of
fingers when signing ‘I Love You’)
Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux - Techihhila
Slovak - Lu’bim ta
Slovenian - Ljubim te
Spanish - Te quiero / Te amo
Swahili - Ninapenda wewe
Swedish - Jag alskar dig
Swiss-German - Ich lieb Di
T
Tagalog - Mahal kita
Taiwanese - Wa ga ei li
Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe
Tamil - Nan unnai kathalikaraen
Telugu - Nenu ninnu premistunnanu
Thai - Chan rak khun (to male)
Thai - Phom rak khun (to female)
Turkish - Seni Seviyorum
U
Ukrainian - Ya tebe kahayu
Urdu - mai aap say pyaar karta hoo
V
Vietnamese - Anh ye^u em (to female)
Vietnamese - Em ye^u anh (to male)
W
Welsh - ‘Rwy’n dy garu
Y
Yiddish - Ikh hob dikh